Sikap Terpuji
Selasa, 28 Agustus 2012
Minggu, 18 Desember 2011
BALADA DYAH CITRARESMI PITALOKA
Published :
06.34
Author :
Kusyoto, kyt
Embun
bergantung diujung daun disaat sang surya memancarkan sinarnya,
hembusan angin timur meliuk disela rumpun melati, titik embun itu tampak
bergulir menetes kearah telaga mengguratkan pesona alam nan abstrak
dipermukaan kolam berair jernih.
Tatapan
mata bening itu terus menerawang seakan menembus ruang dan waktu yang
tak terbatas, perlahan desahanya terdengar berat disela gemuruhnya
pancuran air ditengah telaga.
“gusti ayu, tidak baik seorang putri agung terlena dalam hayalan..”
Suara berat emban pengasuh membuyarkan lamunan dara ayu yang masih menatap kosong ketengah telaga.
Pemilik
mata bening itu adalah Dyah citraresmi pitaloka, putri dari sang
maharaja agung pasundan prabu. Lingga buana, seorang raja yang bertahta
di tatar sunda penguasa keraton pakuan padjajaran.
“mbok mban, salahkan jika seorang putri raja jatuh cinta..”
Gumam dara ayu ini lirih
“tentu
tidak gusti ayu, rasa cinta dan tertarik dengan seseorang adalah hal
yang wajar dan alami karena setiap insan ditakdirkan berpasangan oleh
sang maha pemilik hidup, kalau boleh tahu..gusti ayu sedang jatuh cinta
pada siapa..”
Dara
ayu berkulit kuning langsat ini sesaat arahkan pandangannya kearah
selatan dimana puncak sebuah gunung tersaput kabut dipagi hari
“dilereng gunung salak itu pertama kali kami bertemu, gagah, tampan, dan tatapan matanya begitu menyejukan kalbu..”
“siapa pemuda itu gusti ayu, pangeran dari kerajaan mana..” ujar mban pengasuh ini antusias
“namanya Sungging prabangkara..dan dia berjanji akan melamar saya mbok..”
“gusti ayu sudah dewasa..sudah pantas berkeluarga..”
“tapi…”
raut wajah dara ayu ini kembali muram..
“ada apa gusti…”
“saya tidak tahu dimana dia tinggal, dan siapa dia sebenarnya..”
“maksud gusti ayu..”
“saya bertemu dia dialam mimpi..mbok..”
Gumam dyah pitaloka tertunduk lesu, membuat wanita pengasuh ini tercenung sesaat
“tapi saya terlanjur mencintainya mbok..saya lebih baik mati bila tidak bertemu dengan dia..”
Sentak dara ayu ini sambil berlalu meninggalkan mban pegasuhnya yang tampak bengong ditempatnya.
ooooOoooo
Hampir tiga hari lamanya dyah pitaloka mengurung diri didalam kamar
peraduanya, makanan dan minuman yang disediakan mban pengasuhnya tak
disentuh sedikitpun, dan kegiatan sehari-hari putri raja pakuan
padjajaran ini Cuma melamun dan melamun, kadang bergumam tak jelas
kadang tersenyum sendiri bahkan disaat bersamaan menangis terisak-isak,
awalnya mban pengasuhnya menganggap wajar dan biasa namun setelah
memasuki hari ketujuh akhirnya mban pengasuh ini melaporkan kondisi dyah
pitaloka pada ayah dan bundanya.
“mbok mban..apa kamu tidak salah ngomong atau kami yang salah dengar..”
Ujar permaisuri, bilamana mban pengasuh selesai bercerita ihwal sikap dyah pitaloka yang mulai tidak wajar.
“hamba tidak berani mengada-ngada den ayu permaisuri..”
Permaisuri pakuan padjajaran ini Cuma beradu pandang dengan prabu lingga buana yang juga tampak termenung disinggasananya.
“kakang prabu..bagaimana ini..bagaimana dyah pitaloka putri kita..”
“walau hanya mimpi, kita tidak boleh meremehkannya karena mimpi adalah pertanda tak langsung dari sang maha pencipta..”
Ujar prabu lingga buana sambil mengelus janggut pitihnya
“lalu apa tindakan kita kakang prabu..” ujar permaisuri
“mban..coba kamu panggil mangku bumi sang bunisora.kemari.”
Mbok
mban ini tampak rangkapkan kedua telapak tangannya dikening lalu
beringsut keluar meningalkan prabu lingga buana dan permaisuri yang
masih termenung disinggasananya, tak lama seorang pemuda gagah tampak
melangkah dihadapan penguasa tatar pasundan ini.
“adik mangku bumi, ikut aku kesuatu tempat ada sesuatu yang ingin aku bicarakan..”
“baik kakang prabu..”
Pemuda
gagah ini kemudian melangkah mengikuti prabu lingga buana yang terlebih
dulu berlalu dari balai rung singgasana pakuan padjajaran.
ooooOoooo
Halimun tampak melayang tipis diudara memaksa sekumpulan kelelawar yang
bertengger diranting pohon tembesi mengepakan sayapnya disaat dua sosok
bayangan dengan ringan jejakan kedua kakinya disalah satu pedataran
puncak pegunungan salak, kedua bayangan ini kemudian lesatkan kembali
tubuh masing-masing dan dihadapan sebuah gua terlindung gemuruh air
terjun keduanya hentikan langkah, didepan sana dibawah guyuran air
diatas batu pipih satu sosok pemuda belia tengah bersemadi,
mengheningkan cipta, rasa, asa dan karsanya pada sang maha tunggal,
karena tidak mau mengusik kekhusukan semadi orang, kedua sosok bayangan
ini sama-sama duduk bersila ditepian sungai berair terjun.
Waktu bergulir dengan cepat, lima hari lamanya sosok yang tengah semadi
dibawah guyuran air terjun belum menandakan untuk mengakhiri semadinya,
begitupun dengan kedua sosok tubuh yang yang bersila dipinggir sungai
masih tenggelam dalam keheningan alam nan asri disekitarnya.
Memasuki
hari ketujuh, pemuda belia yang tengah semadi dibawah guyuran air
terjun perlahan buka kedua kelopak matanya dan pandangannya langsung
tertuju pada kedua sosok tubuh yang tampak masih bersila ditepi sungai,
dengan sekali hentakan kaki pemuda belia bertampang gagah ini telah
berdiri diantara dua sosok yang masih duduk diam membisu dalam semadi.
“ayahanda prabu dan pamanda mangku bumi..maapkan saya tidak menyambut dengan layak..”
Gumam
sang pemuda sambil rangkapkan kedua telapak tangannya didepan dada,
perlahan kedua sosok yang masih diam bak patung pualam ini buka kedua
matanya masing-masing.
“ananda wastu kencana, apa sunyi raga mu telah usai..”
Ujar lelaki gagah berjanggut putih yang tak lain dari prabu lingga buana bersama adiknya mangkubumi sang bunisora suradipati.
“gerangan apa ayahanda prabu dan pamanda mangku bumi menyambangi hamba..”
“ananda wastu kencana sesuatu tengah terjadi dengan kakakmu dyah pitaloka..”
“maap ayahanda apakah itu..”
Perlahan sang prabu lingga buana menceritakan ihwal dyah pitaloka yang bertingkah tidak wajar dalam beberapa minggu ini.
“sulit dipahami dengan nalar..” gumam wastu kencana begitu ayahhandanya prabu lingga buana selesai bercerita.
“paman juga bingung dengan tingkah kakandamu wastu kencana..”
“paman mangku bumi..mana mungkin kakang mbok mencintai seseorang yang ada dalam mimpinya..mustahil..”
“tapi itu yang tengah terjadi dengan kakakmu ananda wastu kencana..” ujar mangku bumi sang bunisora.
“lalu apa yang harus hamba lakukan ramanda prabu..”
“cari pemuda bernama sungging prabangkara kepeloksok negri..”
“seperti apa cirri pemuda itu ramanda prabu..”
“menurut
petunjuk yang kami dapat dalam semadi beberapa hari ini, didada pemuda
yang bernama sungging prabangkara terdapat guratan rajah kala cakra..”
“baik ayahanda prabu dan pamanda mangku bumi, hari ini juga ananda akan turun gunung..”
“doa kami selalu menyetaimu ananda wastu kencana..”
Pemuda
gagah yang kelak menurunkan trah raja-raja agung ditatar sunda ini
rangkapkan kedua tengannya didada dan dalam satu kejapan saja sosoknya
telah berada ribuan langkah dilamping bukit dikaki gunung salak.
ooooOoooo
Dalam episode awal “Rajah Kala Cakra” dikisahkan dimana sang prabu
Hajam wuruk raja majapahit tengah mengadakan sayambara dengan melibatkan
puluhan pelukis diseantero majapahit dalam mencari permaisurinya dengan
menitahkan melukis seorang putri dari kerajaan mana saja dan jika
lukisan dari salah saatu pelukis ini dapat berkenan dihati prabu hajam
wuruk serta dapat mempersunting sebagai permaiasuri, seratus kepeng emas
dipastikan sebagai hadiahnya .
Woro-woro
atau sayambara ini dengan cepat menyebar keseantero majapahit bahkan
sampai kenegeri-negeri jauh, tak terkecuali puncak gunung semeru
dimana seorang pemuda gagah berikat kepala hitam tengah asik
menggurat-guratkan kuas diatas sebuah kanvas.
Angin
semilir begitu sejuknya, gemerisik daun-daun bamboo serta kicauan
merdu burung membuat berat kedua kelopak mata pemuda yang tengah melukis
ini, sesaat pemuda ini hentikan goresan kuas diatas kanvas,
renggangkan kedua tangannya tinggi keudara, detik berikutnya dengkuran
halus terdengar dari sosok yang kini terbaring dibawah sebuah pohon nan
rindang.
Entah
berapa lama pemuda ini tertidur, begitu terbangun dengan segera
diambilnya kembali kuas yang tercampak ditanah dan dengan semangat
kembali menorehkan kuasnya diatas kanvas.
Tak
dihiraukan alam disekitarnya sampai-sampai kehadiran satu sosok
bercaping bamboo dibelakang luput dari perhatiannya, dengan semangat
pemuda ini terus melukis.
“apa yang tengah sungging lukis kali ini..”
Gumam
sosok bercaping bamboo tapi sosoknya kembali berkelebat dengan cepat
kearah gundukan bukit karang, hembusan angin semakin kencang menerpa
tubuh pemuda ini, namun tetap menggoreskan kuasnya dengan semangat
Mendadak
tubuh sungging prabangkara yang tengah serius melukis melesat keatas
jungkir balik beberapa kali diudara, begitu lambaikan telapak tangan
kanannya puluhan bayangan berupa kuas-kuas kecil tampak berhamburan
menyelubungi diseluruh tubuhnya.
“tring..tring..tring..!!”
Dentingan
senjata beradu terdengar memekakan telinga ketika bias-bias sinar
keperakan membeset kearah tubuh pemuda ini disaat yang sama satu sosok
bercaping bamboo telah berdiri tiga langkah dihadapannya.
“guru mau membunuh saya..”
Ujar
sungging prabangkara ketika dengan ringan jejakan kakinya kembali
ketanah, sedang puluhan bayangan kuas yang menyelubungi dirinya raib
masuk kembali kedalam telapak tangan kanannya.
“sungging apa yang kau lukis kali ini..”
Ujar sosok bercaping bamboo sambil sandarkan badannya disebuah pokok pohon randu pugur
“hem lain yang ditanya, lain pula jawabannya..”gumam pemuda ini bersungut-sungut
“sungging duduklah ada sesuatu yang ingin aku sampaikan..”
Ujar sosok bercaping bamboo yang tak memperdulikan suasana hati pemuda ini
“silahkan guru..”
“sudah berapa tahun kamu berada disini..”
“kalau tidak salah sepuluh tahun guru..”
“tepatnya tujuh belas tahun sungging..” ujar sosok bercaping bamboo
“maap kenapa guru menanyakan hal itu..setahu saya Cuma guru yang terus bersama saya ketika masih kanak-kanak..”
“ketahuilah sungging, selain bopomu yang telah tewas ditangan manggala si arit iblis, dirimu memiliki saudara kembar..”
“maksud guru..saya masih memiliki saudara..”
“benar,
tujuh belas tahun yang lalu ketika bopomu akan membawa dirimu dan
saudara kembarmu kemari dihadang oleh wiku dharma persada, aku hanya
sempat menyelamatkan dirimu namun saudara kembarmu berhasil dibawa lari
manggala si arit iblis setelah terlebih dahulu membunuh srengenge
bopomu..”
“siapa wiku dharma persada itu guru..”
“pemimpin partai halilintar sewu..sebenarnya dia juga memburu dirimu untuk dibunuh..”
“aneh..apa alasan wiku itu mau membunuh saya..”
“sungging coba kau buka bajumu..”
“maksud guru..”
“jangan banyak berpikir dan bertanya, lakukan saja..”
Sambil garuk-garuk rambutnya yang gondrong, akhirnya pemuda ini lepas baju hitamnya
“kau perhatikan dadamu..”
“gambar ini telah ada ketika saya masih kecil guru..”
“rajah kala cakra,
dengan alasan itu, wiku dharma persada tega membunuh puluhan bahkan
ratusan anak-anak kembar yang lahir pada masa itu karena dia beranggapan
kelak anak-anak kembar yang memiliki rajah kala cakra akan menggusur
kekuasaannya sebagai pemimpin partai sekaligius dapat membuunuh
dirinya..”
“berarti saudara kembar saya dalam bahaya..”
“dia
harus membunuh anak kembar yang berajah sepertimu secara bersamaan,
namun karena dia Cuma mendapatkan saudaramu saja, maka dia tidak bisa
membunuh saudaramu..”
“jadi saudara kembar saya memiliki rajah yang sama dengan saya guru..”
“tepat dan mungkin sekarang saudaramu berada dipartai halilintar sewu,
tapi sekarang saudaramu itu menjadi pendekar yang angkara, dengan
menaklukan beberapa partai, ini tugasmu untuk menyadarkan saudaramu..”
“baiklah guru, saya akan ke partai halilintar sewu..”
“ada satu hal lagi yang patut kau ketahui sungging..”
“hal apa itu guru..”
“biyungmu, yang bernama welas masih hidup, pulanglah keperdikan welangun dikaki gunung arjuna..”
“biung saya masih hidup guru..”
“benar, nah berangkatlah sekarang juga..doa ku selalu menyertai langkah mu sungging..”
“baik guru..eh..tapi sebelum berangkat ada sesuatu yang ingin saya tanyakan..”
“kau ingin mengetahui siapa diriku kan..”
“belasan
tahun guru hampir tidak melepas caping bamboo , sebelum saya pamit
izinkanlah sekali saja saya dapat melihat wajah guru..”
“kelak kau akan mengetahuinya..sungging..pergilah..”
Pemuda
ini Cuma tersenyum, dia sudah tahu..pasti jawaban itu yang akan
diperolehnya, dan setelah rangkapkan kedua tangannya didada pemuda gagah
berbaju hitam dengan ikat kepala berwarna yang sama lesatkan badannya
menuruni lereng pegunnungan semeru yang dalam sekejap sosoknya hilang
dibalik rimbunan pepohonan..”
“ahh..akhirany lega hati ini, rahasia selama belasan tahun terungkap juga..”
Gumam lelaki bercaping bamboo ini, lantas buka capingnya dan sandarkan badanya disebuah pohon.
“belasan tahun menutupi wajah dengan caping ini capek juga..” gumam lelaki ini letakkan caping bamboonya ditanah
“guuruuu..terimakasih..saya sudah dapat melihat wajah guru…”
Lelaki
bercaping ini tersentak lantas sambar caping bamboonya, diarahkannya
pandangannya kesesantro lembah, namun hanya kesunyian yang menggantung.
“ah..dasar anak nakal..” gumam lelaki ini lantas rebahkan badannya dibawah pohon.
ooooOoooo
Salam Bhumi Deres mili
Penulis
Segera terbit
RAJAH KALA CAKRA
Published :
06.24
Author :
Kusyoto, kyt
Episode: Rajah kala cakra
Bantaran sungai berantas meremang dalam kabut dini hari, deru suaranya
begitu dahsyat manakala menerpa bebatuan gunung yang banyak berjajar
disepanjang alirannya, dari lamping bukit sebelah timur terlihat asap
tebal berwarna hitam membumbung diudara sepertinya sebuah perkampungan
dilanda kebakaran hebat, tak lama puluhan penunggang kuda dengan wajah
rata-rata bertampang sangar hentikan laju tunggangannya tepat
dipinggiran sungai berantas.
“jarot, coba kau hentikan tangis orok itu..bisa gila aku mendengarnya..”
Sentak
seorang penunggang kuda dengan cambang bawuk meranggas diwajahnya,
orang ini bernama manggala dedengkot perampok lereng gunung wilis
bergelar arit iblis.
“aku sedang upayakan manggala..”
sela
jarot sambil membolang baling orok yang terbungkis kain hitam dalam
bedungannya, bukannya diam malah tangis orok ini semakin keras
melengking-lengking seakan merobek dinginya hawa pagi hari.
“apa susahnya membuat diam seorang orok, biar aku bereskan..!!”
Semprot
manggala yang dalam satu kelebatan tubuh, orok ini telah berada dalam
cengkeraman tangannya lalau pada sebuah batu pipih orok yang masih merah
ini dibaringkan.
“manggala
apa yang akan kau lakukan..” teriak jarot manakala dilihatnya manggala
mencabut arit iblisnya dan dengan pandangan dingin sabetkan arit iblis
kearah batang leher sang orok
“crrrasss…”
Darah
tampak mengucur dari pipi sebelah kiri sang orok, rupanya arit iblis
hanya sempat menggores pipi kiri orok ini karena dengan kecepatan kilat
jarot lelaki jangkung ceking ini berhasil merebut kembali orok yang
barusan akan dibunuh manggala.
“manggala, apa kau sudah gendeng atau bagaimana..jika orok ini tewas kepala kita jadi taruhannya..”
sentak
jarot lalu bebat pipi kiri orok yang terus mengucurkan darah, sedang
manggala dengan gusar gebrak kudanya menyebrangi aliran sungai berantas
kearah barat diikuti puluhan anak buahnya, sedang dengan segera jarot
kembali melompat keatas kudanya lalu ikut menyeberangi aliran sungai
berantas yang bergemuruh.
Sabtu, 23 Juli 2011
DAFTAR TOKOH WAYANG
Published :
03.33
Author :
Kusyoto, kyt
Artikel ini menampilkan nama tokoh-tokoh yang muncul dalam wiracarita Ramayana dan Mahabharata yang sering dipentaskan dalam pertunjukan wayang.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Dewa-Dewi wayang
Dewa-Dewi dalam dunia pewayangan merupakan dewa-dewi yang muncul dalam mitologi agama Hindu di India, dan diadaptasi dalam budaya Jawa.- Sang Hyang Adhama
- Sang Hyang Sita
- Sang Hyang Nurcahya
- Sang Hyang Nurrasa
- Sang Hyang Wenang
- Sang Hyang Widhi
- Sang Hyang Tunggal
- Sang Hyang Rancasan
- Sang Hyang Ismaya
- Sang Hyang Manikmaya
- Batara Bayu
- Batara Brahma
- Batara Candra
- Batara Guru
- Batara Indra
- Batara Kala
- Batara Kresna
- Batara Kamajaya
- Batara Narada
- Batara Surya
- Batara Wisnu
- Batara Yamadipati
- Batari Durga
- Batara Kuwera
- Batara Cingkarabala
- Batara Balaupata
- Hyang Patuk
- Hyang Temboro
Jumat, 13 Mei 2011
WAYANG PARWA
Published :
10.48
Author :
Kusyoto, kyt
Wayang parwa
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wayang Parwa adalah Wayang kulit yang membawakan lakon - lakon yang bersumber dari wiracarita Mahabrata yang juga dikenal sebagai Astha Dasa Parwa. Wayang Parwa adalah Wayang Kulit yang paling populer dan terdapat di seluruh Bali. Wayang Parwa dipentaskan pada malam hari, dengan memakai kelir dan lampu blencong dan diiringi dengan Gamelan Gender Wayang.Walaupun demikian, ada jenis Wayang Parwa yang waktu penyelenggaraannya tidak harus pada malam hari. Jenis itu adalah Wayang Upacara atau wayang sakral, yaitu Wayang Sapuh Leger dan Wayang Sudamala. Waktu penyelenggaraannya disesuaikan dengan waktu upacara keseluruhan.
Wayang Parwa dipentaskan dalam kaitannya dengan berbagai jenis upacara adat dan agama walaupun pertunjukannya sendiri berfungsi sebagai hiburan yang bersifat sekuler. Dalam pertunjukannya, dalang Wayang Parwa bisa saja mengambil lakon dari cerita Bharata Yudha atau bagian lain dari cerita Mahabharata. Oleh sebab itu jumlah lakon Wayang Parwa adalah paling banyak.
Di antara lakon-lakon yang umum dipakai, yang diambil dari kisah perang Bharatayudha adalah:
MENGENAL TOKOH WAYANG
Published :
10.24
Author :
Kusyoto, kyt
- Kurukshetra (Hindi : कुरुक्षेत्र; Kurukṣetra Kurukshetra. ogg | dengarkan) (dalam pe wayang an dikenal sebagai Kurusetra) adalah sebuah ...4 KB (472 kata) - 11:34, 31 Mei 2010
- Perang di Kurukshetra. कुरुक्षेत्रयुद्ध | Kurukshetrayuddha yang merupakan bagian penting dari wiracarita Mahabharata , dilatarbelakangi ...55 KB (6.797 kata) - 17:30, 18 April 2011
- Pandawa (bagian Pertempuran besar di Kurukshetra)Para Pandawa merupakan tokoh penting dalam bagian penting dalam wiracarita Mahabharata , yaitu pertempuran besar di daratan Kurukshetra ...17 KB (2.008 kata) - 12:09, 23 Maret 2011
- Ia gugur dalam pertempuran besar di Kurukshetra sebagai kesatria termuda dari pihak Pandawa , karena baru berusia enam belas tahun. ...16 KB (1.857 kata) - 17:43, 18 April 2011
- Kurukshetra , padang pertempuran Bharatayuddha pada kisah Mahabharata Distrik Kurukshetra , sebuah distrik di Haryana , India , yang ...430 B (44 kata) - 03:59, 18 September 2010
- Para Kuru saat perang di Kurukshetra: Perang di Kurukshetra. Perang di Kurukshetra terjadi karena adanya perkara di antara dua keluarga dalam ...28 KB (3.381 kata) - 12:05, 6 April 2011
- Kerajaan Pandya merupakan salah satu kerajaan yang turut berpartisipasi dalam perang di Kurukshetra . Kerajaan tersebut muncul dalam ...484 B (47 kata) - 08:54, 16 April 2007
- Ia ikut berpartisipasi pada saat Perang di Kurukshetra dan memihak Korawa . Ia memiliki ribuan gajah dan mahir untuk bertarung ...455 B (44 kata) - 21:33, 18 Januari 2008
- Mahabharata (bagian Pertempuran di Kurukshetra)Pertempuran di Kurukshetra : Perang di Kurukshetra. Pandawa berusaha mencari sekutu dan ia mendapat bantuan pasukan dari Kerajaan Kekaya , ...29 KB (3.196 kata) - 08:26, 5 Mei 2011
- memilih tentaranya, sedangkan Arjuna memilih Kresna sebagai kusir keretanya selama delapan belas hari pertarungan di Medan Kuru atau Kurukshetra . ...36 KB (4.473 kata) - 07:02, 14 April 2011
- Peran Kresna sebagai kusir kereta Arjuna di medan perang Kurukshetra , seperti yang tergambar dalam wiracarita Mahabharata , adalah ...97 KB (11.419 kata) - 22:54, 2 Mei 2011
- Dalam perang di Kurukshetra , ia memihak Duryodana . Saat peperangan menginjak hari kedelapan, ia dan saudara-saudaranya mencoba ...742 B (88 kata) - 09:45, 4 Juli 2010
- Bisma (bagian Perang di Kurukshetra)Ia gugur dalam sebuah pertempuran besar di Kurukshetra oleh panah dahsyat yang dilepaskan oleh Srikandi dengan bantuan Arjuna . ...16 KB (1.988 kata) - 14:51, 27 April 2011
- Adegan ini terjadi pada permulaan Baratayuda , atau perang di Kurukshetra . medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa . ...14 KB (1.651 kata) - 14:28, 25 April 2011
- Dretarastra (bagian Pertempuran di Kurukshetra)Pertempuran di Kurukshetra: Berkas:Sanjay. jpg | Sanjaya menuturkan peristiwa di medan perang Kurukshetra kepada Dretarastra. Dretarastra ...13 KB (1.511 kata) - 08:51, 16 Agustus 2010
- Duryodana (bagian Pertempuran di Kurukshetra)Pertempuran di Kurukshetra: Berkas:Duryodhana-Drona. jpg | Duryodana menjelaskan situasi di medan perang Kurukshetra kepada gurunya, Drona . ...14 KB (1.740 kata) - 08:12, 3 April 2011
- Perselisihan pun timbul dan memuncak pada sebuah pertempuran akbar di Kurukshetra . Setelah pertarungan sengit berlangsung selama delapan ...11 KB (910 kata) - 03:28, 3 Maret 2011
- Bharatayuddha, adalah istilah yang dipakai di Indonesia untuk menyebut perang besar di Kurukshetra antara keluarga Pandawa melawan ...15 KB (1.939 kata) - 09:21, 15 April 2011
- Dalam perang besar di Kurukshetra ia banyak menewaskan sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna . Di Indonesia , Gatotkaca ...14 KB (1.742 kata) - 02:26, 20 April 2011
- Mereka berperang di Kurukshetra , India Utara . Sesaat sebelum perang di Kurukshetra dimulai, Yudistira — yang sulung di antara Pandawa — ...2 KB (164 kata) - 16:04, 26 Oktober 2010
Kamis, 05 Mei 2011
BHARATAYUDA
Published :
10.47
Author :
Kusyoto, kyt
Baratayuda
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bharatayuddha)
- Artikel ini mengenai kisah pertempuran besar antara Pandawa melawan Korawa menurut versi pewayangan. Untuk artikel sejenis yang mengandung mitologi dan sejarah, lihat Perang di Kurukshetra.
Istilah Baratayuda berasal dari kata Bharatayuddha (Perang Bharata), yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri.
Kisah Kakawin Bharatayuddha kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Jawa Baru dengan judul Serat Bratayuda oleh pujangga Yasadipura I pada zaman Kasunanan Surakarta.
Di Yogyakarta, cerita Baratayuda ditulis ulang dengan judul Serat Purwakandha pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwana V. Penulisannya dimulai pada 29 Oktober 1847 hingga 30 Juli 1848.
Langganan:
Postingan (Atom)
Labels
- MAHABHARATA (5)
- SEJARAH DUNIA (1)
- SEJARAH NUSWANTARA RAYA (1)
- Wiro Sableng 212 (1)
- zona pendekar (2)
Daftar Blog Saya
Connect With Us
Texts
Instructions
Total Tayangan Halaman
Recent Posts
Download
Blogger Tricks
Blogger Themes
Recomended
Popular Posts
Mengenai Saya
- Kusyoto, kyt
- kerja di Rumah sakit MM Indramayu, departemen ICU.dengan seorang istri unarih tarahman, dan dua orang anak bernama panji gumilang dan Kayla Adistya Ramadhani, tinggal di sebuah desa pecantilan sumur gede, sekarang desa nunuk, kec.lelea. indramayu bagian selatan.
Pengikut
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Wiro Sableng 212 02 Author:kang.kyt| Filed Under: Wiro Sableng | Wiro Sableng atau Pendeka...


